Showing posts with label keuangan. Show all posts
Showing posts with label keuangan. Show all posts

Monday, May 2, 2011

Rahasia Sikap Mental Pengusaha

Banyak orang yang mencoba untuk berwiraswasta, tak semuanya berhasil. Pendiri Grup Saratoga dan Recapital Sandiaga Uno menceritakan rahasia suksesnya.

Pengusaha muda yang juga orang terkaya nomor 27 di Indonesia ini menekankan bahwa sikap mental adalah modal utama bagi calon pengusaha. Sikap mental ini harus dimiliki pengusaha dan calon pengusaha yang ingin berhasil.

Pertama, seorang wirausahawan harus punya pola pikir seperti pengusaha. "Mereka harus punya paradigma yang positif dan optimis," kata Sandiaga saat ditemui Yahoo! di kantornya, 26 April lalu.

Sandiaga sendiri mulai berwiraswasta setelah dipecat dari perusahaan tempatnya bekerja pada 1997. Untuk memulai usaha, modal bukan hal yang dinilai penting oleh Sandiaga. Tabu baginya untuk berkata "saya mau mulai berusaha tapi tak ada modal".

"Kuncinya adalah kemauan. Begitu kemauan ada, harus ada keberanian," kata dia. Keberanian tersebut akan menjadi modal yang paling utama dengan dukungan ide, rencana mencapai kesuksesan, kemampuan berjejaring dan kepercayaan dari kolega bisnis.

Dengan rangkuman bisnis yang solid tersebut, Sandiaga percaya, bukan pengusaha yang akan mencari modal melainkan modal yang akan menghampiri. Saat mengawali usahanya, Sandiaga mengakui bahwa menjalin usaha memang sangat sulit. Pernah selama enam bulan dia tak mendapatkan satu klien pun. "Sulit sekali mendapatkan kepercayaan dari investor," kata dia.

Seorang pengusaha juga harus mengubah paradigmanya, bukan lagi sebagai karyawan yang menggantungkan hidupnya dari gaji bulanan. Kondisi terjamin itu membuat karyawan tak suka mengambil risiko. Padahal, seorang pengusaha harus berani mengambil risiko.

"Pengusaha jatuh bangun karena bisnis memang penuh risiko," kata dia. Sandiaga menekankan bahwa kesuksesan tak pernah instan. Kesuksesan hanya dapat dicapai dengan kerja keras dan pantang menyerah.

Sunday, April 10, 2011

Mengelola dana pensiun

Setiap oranpensiung pasti akan pensiun. Dan itu adalah momen yang akan Anda hadapi. Pensiun adalah masa seseorang tidak lagi dapat menghasilkan. Karena merupakan sebuah kepastian, maka sudah sewajarnya setiap orang mempersiapkan diri untuk nasuk ke dalam’fase’pensiun dengan menyiapkan dana pensiun. Tentunya, di luar fasilitas pensiun yang diberikan oleh perusahaan. Persiapan ini mencakup berbagai bidang termasuk psikologis, mental-spiritual, kesehatan dan tentu saja financial.
Dalam hal keuangan, yang harus Anda lakukan dalam mempersiapkan pensiun adalah sebagai berikut:

1. Menyisihkan Dana Lebih Awal (Menabung)
Untuk masa pensiun selama 25 tahun, paling tidak Anda harus melakukan penyisihan dana untuk masa pensiun selama 25 tahun. Dengan memulai lebih awal, keperluan dana untuk disisihkan tiap bulan atau tahun akan lebih sedikit. Sebalilknya jika jangka waktu mengumpulkan terlalu pendek, maka dana yang harus disisihkan untuk mencapai jumlah dana yang sama, akan jauh lebih mahal. 2. Menghitung Dana yang Diperlukan
Langkah selanjutnya menghitung jumlah dana yang dibutuhkan. Hal ini diperlukan untuk
menentukan berapa besar dana yang harus disisihkan atau diinvestasikan tiap bulan. Dalam
ini, Anda perlu menentukan gaga hidup yang diinginkan pada saat pensiun nanti.
Meski usia Anda dan pasangan masih jauh dari waktu pensiun, namun tak ada salahnya bila Anda menyiapkan dana pensiun sejak dini. Mulailah menabung dan berinvestasi, agar Anda dan pasangan menjalani mass pensiun dengan nyaman dan tentram.
Misalnya, Anda ingin hidup di pinggiran kota dengan tetap memiliki mobil dan pekerja rumahtangga. Berdasarkan gays hidup yang telah ditentukan, hitung berapa pengeluaran yang Anda butuhkan sekarang. Selanjutnya, hitunglah kebutuhan dana selama pensiun dan rencanakan investasi yang Anda harus lakukan untuk mencapai dana yang ands butuhkan saat mass pensiun nanti.
3. Asuransi
Proteksi diri dan keluarga Anda dengan asuransi untuk kesehatan clan cacat. sekarang ini banyak perusahaan asuransi (jiwa) yang menawarkan produk-produk asuransi jiwa yang sekaligus juga memberikan manfaat pensiun. jadi, ketika Anda berusia 50 – 60 tahun, Anda akan mendapatkan sejumlah dana tunai yang cukup. Dan Anda tidak perlu mengkhawatirkan mass pensiun Anda.
4. Usaha sampingan
Selain menabung dan asuransi, dana pensiun juga bisa diperoleh dengan membuka usaha sampingan. Membuka usaha sampingan bisa sangat menguntungkan. Dengan membuka usaha, bisa didapat hasil yang besar dalam tempo yang lebih cepat. Namun, menjalankan usaha sampingan tentunya tak lepas dari risiko, terutama risiko keuangan. Kemungkinan merugi akan selalu ada.
(sumber: Tabloid mamamia)